Gangguan Jantung, Ginjal dan Persendian

This slideshow requires JavaScript.

Gangguan persendian atau yang biasa disebut Osteo Arthritis, sering sekali terjadi pada Anjing yang sudah berusia senior. Skalanya yaitu 5 banding 1 atau sebesar 20 – 30% yang mengalami penyakit tersebut. OA biasa menyerang bagian pinggul, siku ataupun pundak. Sedangkan untuk kucing sebesar 90% mengalami gangguan persendian setelah berumur 12 tahun keatas dan menyerang bagian pinggul ataupun siku.

Beberapa penyebab timbulnya gangguan persendian:
• Usia
• Trauma berulang
• Ostoechondrosis (tulang tidak tumbuh sempurna)
• Displasia (buruknya kesehatan tulang dan sendi
• Diabetes
• Cushing disease (kadar hormon berlebih)

Penyakit Kardiovaskular pada kucing
• Hipertensi
• Kardiomiopati (kelainan pada otot jantung)
• Biasa dialami pada kucing jantan sekitar 4-7 tahun
• Jenis kucing Mainecoon, Persia dan American Shorthair

Penyakit Kardiovaskular pada anjing
• Dilatasi Kardiomiopati (penurunan kemampuan memompa darah ke jantung)
• Endocardiosis (gangguan katup jantung)
• Biasa dialami pada ras Boxer, Golden, Rottweiler dan Great Dane

Gangguan Ginjal dan nutrisinya
Azotemia: senyawa nitrogen dalam darah yang berlebihan
• Pre renal : terjadi bila ada sirkulasi darah (perfusi) pada pembuluh darah yang memasok ginjal. Dalam situasi ini ginjal tidak dapat menyaring darah toksin secara memadai
• Intra Renal : bukan disebabkan pre renal atau post renal. Terjadi karena terdapat luka pada kedua ginjal
• Post renal : penyumbatan pada saluran kencing yang diakibatkan rusaknya salah satu atau kedua ginjal.

Lakukan perawatan hewan secara berkala sebelum mengalami beberapa gangguan di atas agar usia hewan anda dapat lebih panjang.

Advertisements

9 COMMON CAUSES OF SKIN PROBLEMS IN DOGS

dogs

  1. Fleas. Dogs are sensitive to fleas and can develop allergies causing serious skin disease. Flea allergies can be quite severe, even if fleas are not seen on your dog.
  2. Mange. Mange is a skin disease caused by several different species of mites. Mite infections tend to be non-seasonal – they can occur all year round.
  3. Ringworm. Despite the name, ringworm is not caused by a worm but is a fungal infection. It’s also highly contagious and can spread to other animals and humans.
  4. Flood Allergies. Dogs can become allergic to the food they eat. Food allergies in dogs are typically to protein, with the most common offenders being beef, dairy, chicken and egg.
  5. Environmental Allergies. Environmental allergies are typically seasonal and occur in young dogs less than three years of age.
  6. Bacterial Skin Infections. Bacterial skin infections are often a complication when dogs are suffering from another allergy caused by fleas, their environment or food.
  7. Yeast Infections. Yeast is commonly found on the skin of dogs, particularly in the ear canal, between the toes and around the anus.
  8. Dandruff. Dogs like people can get dandruff. Dandruff in dogs is usually caused by dry skin or skin irritation.
  9. Autoimmune Disorders. Sometimes skin conditions that won’t heal are caused by underlying immune disorders where your dog’s immune system attacks cells in its own body.

9 PENYEBAB PENYEBAB MASALAH KULIT PADA ANJING

  1. Kutu. Anjing sensitif terhadap kutu dan bisa mengembangkan alergi yang menyebabkan penyakit kulit serius. Alergi kutu bisa sangat parah, meski kutu tidak terlihat pada anjing Anda.
  2. kudis. Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh beberapa spesies tungau yang berbeda. Infeksi tungau cenderung tidak musiman – bisa terjadi sepanjang tahun.
  3. Ringworm. Meski namanya ringworm bukan berarti disebabkan oleh cacing namun merupakan infeksi jamur. Ini juga sangat menular dan bisa menyebar ke hewan dan manusia lainnya.
  4. Alergi makanan. Anjing bisa menjadi alergi terhadap makanan yang mereka makan. Alergi makanan pada anjing biasanya mengandung protein, dengan pelecehan yang paling umum adalah daging sapi, susu, ayam dan telur.
  5. Alergi Lingkungan. Alergi lingkungan biasanya musiman dan terjadi pada anjing muda yang berusia kurang dari tiga tahun.
  6. Infeksi Kulit Bakteri. Infeksi kulit bakteri sering menjadi komplikasi saat anjing menderita alergi lain yang disebabkan oleh kutu, lingkungan atau makanannya.
  7. Infeksi ragi. Ragi biasanya ditemukan pada kulit anjing, terutama di saluran telinga, antara jari-jari kaki dan sekitar anus.
  8. Ketombe. Anjing seperti orang bisa ketombe. Ketombe pada anjing biasanya disebabkan oleh kulit kering atau iritasi kulit.
  9. Gangguan autoimun. Terkadang kondisi kulit yang tidak akan sembuh disebabkan oleh gangguan kekebalan tubuh yang mendasari sistem kekebalan anjing dengan menyerang sel-sel di tubuhnya sendiri.

PROMO Grooming

This slideshow requires JavaScript.

Last Friday Shaquille (Bulldog) and Mel (Australian Shepherd) got a free wash at Animal Clinic Jakarta ( ACJ ) .
At ACJ if you have your pet regularly groomed / washed we have an awesome program running :
8 x grooming ( any type and any type of treatment ) = 1 free regular wash !

Jumat yang lalu, Shaquille dan Mel mendapatkan mandi secara gratis di Animal Clinic Jakarta (ACJ). Jika anda memiliki hewan yang diGrooming secara rutin di ACJ, kami sedang mengadakan program yang menarik, yaitu: 8 x grooming (semua jenis grooming) akan medapatkan 1x grooming reguler secara gratis.
#animalclinic #veterinarian #grooming #wash#free #promo

Seminar Nasional

This slideshow requires JavaScript.

Pada tgl 24 – 25 Februari 2018 lalu, dokter hewan JAAN menghadiri “Seminar Nasional Illegal Wildlife Trade dan Workshop Wildlife Forensic for Veterinarian” di Universitas Udayana.

Seminar ini membahas mengenai topik jalur perdagangan satwa liar serta peran LSM (lembaga swadaya masyarakat), ekologi satwa liar dan workshop simulasi vet forensik.

Secara keseluruhan, seminar ini bertujuan memberikan awareness kepada masyarakat umum, mahasiswa kedokteran hewan dan dokter hewan mengenai dampak besar lingkungan akibat perdagangan ilegal satwa liar. @jakartaanimalaidnetwork

On 24th – 25th February, 2018, JAAN veterinarian attended the “Seminar Nasional Illegal Wildlife Trade dan Workshop Wildlife Forensic for Veterinarian  “at Udayana University.

The seminar discusses the topics of wildlife trade trails as well as the role of NGOs (non-governmental organizations), wildlife ecology and vet forensic simulation workshops.

Overall, the seminar aims to provide awareness to the general public, veterinary students and veterinarians about the enormous environmental impacts of illegal wildlife trade

Cara Menangani Alergi Makanan pada Anjing

Alergi makanan pada anjing relatif jarang terjadi, hanya sekitar 10% dari semua alergi pada anjing. Meskipun jarang terjadi, alergi makanan pada anjing dapat membuat anjing Anda merasa sangat tersiksa apabila bahan penyebab alergi tidak dikenali dan dihilangkan dari dietnya. Alergi makanan dapat sulit dikenali dan disembuhkan, sehingga Anda perlu bekerja sama dengan dokter hewan untuk memberi makan anjing yang tepat yang akan menjaganya tetap sehat dan bebas alergi makanan.

Drh Ester memberikan informasi bagaimana cara mengatasi masalah tersebut

Pentingnya Sterilisasi Pada Hewan

 

This slideshow requires JavaScript.

Sterilisasi berarti tindakan operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat indung telur dan rahim (betina) atau mengangkat testis (jantan) yang bertujuan untuk menghentikan proses kehamilan (betina) atau birahi.

Adapun beberapa keuntungan melakukan sterilisasi pada hewan betina atau yang lazim disebut ovary hysterectomy (OH)adalah sebagai berikut:

  • Mengeliminasi resiko kanker rahim dan ovary.
  • Mengeliminasi kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Jika sterilisasi dilakukan sebelum masa birahi yang pertama (< 6 bulan), kesempatan hewan anda mengalami kanker payudara <1%.
  • Jika sterilisasi dilakukan setelah masa birahi pertama (> 6 bulan), kesempatan hewan anda mengalami kanker payudara hanya 8%.
  • Jika sterilisasi dilakukan setelah masa birahi kedua (>1 tahun), kesempatan hewan anda mengalami kanker payudara sebesar 26%. Apabila setelah 2 tahun tidak disterilisasi maka tidak ada jaminan atau proteksi untuk hewan anda akan aman dari bahaya kanker payudara.
  • Hewan yang dengan penyakit diabetes atau epilepsi harus di steril untuk mencegah perubahan hormonal.
  • Mengeliminasi penyakit Pyometra (nanah dalam rahim).

Adapun beberapa keuntungan melakukan sterilisasi pada hewan jantan (Kastrasi) adalah sebagai berikut:

  • Mengeliminasi resiko kanker testis (tumor yang sering menyerang hewan jantan).
  • Mengurangi resiko radang kelenjar prostat dan kanker prostat.
  • Mengurangi resiko tumor perianal.
  • Mengurangi sifat suka berkeliaran dan bertengkar dengan hewan lain.
  • Mengeliminasi resiko dan penyebaran penyakit kelamin yang menular.
  • Menghilangkan kotoran yang tidak diinginkan.

Itulah beberapa keuntungan dari melakukan sterilisasi pada hewan jantan maupun betina (khususnya anjing dan kucing). Tidak ada salahnya melakukan sterilisasi sedini mungkin demi kesehatan hewan kesayangan anda. Sterilisasi tidak akan menyebabkan semangat anjing anda berkurang ataupun merubah sifat anjing anda kearah negatif.

Drh. Eno memberikan beberapa informasi mengenai sterilisasi

Operasi Kastrasi

Drh. Vita in Surgery, castrating Google.
.
Google had a condition called Monorchid which means that his one testicle is not in the scrotum…., it can be in the inguinal canal or intra-abdominal.
Not removing the testicles can lead to many health issues in the future such as tumors, enlarged prostate which will cause difficulties urinating and it can eventually also lead to prostate cancer.
.
Get well soon Google!
.
.
Drh. Vita sedang melakukan operasi, kastrasi Google.
.
Google mengalami suatu kondisi yang dinamakan Monorchid yang berarti bahwa satu testisnya tidak di area scortum, mungkin ada di inguinal canal atau intra-abdominal. Bila testis tidak diangkat, dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan di kemudian hari, seperti tumor, pembesaran kelenjar prostat sehingga mengalami kesulitan buang air kecil dan bahkan dapat menyebabkan kanker prostat.
.
Semoga cepat sembuh ya Google!

Tips Merawat Hewan yang Sudah Senior ( Berusia Lanjut )

Tips Merawat Hewan yang Berusia Senior/Tua

Hewan senior/berumur merupakan hewan dengan usia lebih dari 7 tahun. Usia 7 tahun sama dengan usia manusia 50 tahunan sehingga pada usia ini akan lebih banyak masalah yang muncul terutama masalah kesehatan. Berikut Tips Merawat Hewan Senior

1. Rutin cek ke dokter hewan
Pada usia tua perlu dilakukan pengecekan yang lebih intens dan konsultasi dengan dokter hewan karena pada usia ini kecenderungan penyakit kronis akan muncul. Oleh karena banyaknya penyakit yang dapat menyerang, Anda disarankan untuk rutin memeriksakan hewan Anda ke dokter untuk pencegahan atau penemuan dini penyakit-penyakit tersebut. Pemeriksaan dilakukan minimal 3 bulan sekali.

2. Perhatikan pola makan
Hewan senior yang obesitas akan semakin mengalami peningkatan berat badan jika pola makan dan jenis pakan tidak dirubah. Pakan untuk obesitas sebaiknya pakan yang rendah lemak dan rendah kalori. Hewan obesitas pun perlu diiringi dengan latihan ekstra. Hewan senior yang kurus perlu dirangsang untuk makan dengan memberikan makanan yang sedikit tapi lebih sering. Pola makan pun perlu diperhatikan untuk hewan senior dengan kondisi khusus.

3. Memberikan minum lebih banyak
Akan sangat berbahaya jika hewan senior tidak mendapatkan minum yang cukup karena akan berakibat dehidrasi. Fungsi organ hewan senior tidak sebaik hewan yang masih muda. Mengatasi hal ini maka hewan senior sebaiknya diberi pakan yang basah sehingga kebutuhan air terpenuhi.

4. Memberikan pakan yang beraroma menyengat
Fungsi penciuman dan perasa (smell and taste) pada hewan senior akan mengaami penurunan. Oleh karena itu terkadang hewan mengalami penurunan nafsu makan. Sehingga perlu diberikan makanan dengan aroma menyengat yang menyebabkan meningkatnya nafsu makan.

5. Menjaga kebersihan bulu dan mulut
Hewan yang telah senior biasanya memiliki masalah pada bagian bulunya yaitu berupa kerontokan bulu. Untuk mengatasinya gunakan shampo khusus untuk bulu rontok. Bulu perlu disisir setiap hari untuk menstimulasi peredaran darah sehingga tetap sehat. Jangan lupa menjadwalkan pembersihan mulut tahunan di dokter hewan guna memastikan kondisi gigi dan gusi hewan peliharaan Anda sehat. Jangan anggap sepele karena menumpuknya plak akan mencetus radang gusi yang berpotensi membuat bakteri mencapai aliran darah, bahkan menyebabkan kerusakan besar di organ internal.

6. Menghindari Stress
Jangan biarkan kondisi stress memperburuk kesehatan. Stress dapat membuat hewan anda enggan untuk makan, beraktivitas, serta menurunkan sistem imun sehingga kesehatan menurun. Oleh karena itu hewan senior perlu perhatian ekstra dari pemilik dengan mengajak bermain dan berinteraksi sehingga tidak mengalami stress.

Memiliki hewan senior memang membutuhkan perhatian ekstra, namun sangat membanggakan dan membahagiakan sebagai pemilik dapat memiliki hewan kesayangan hingga berumur panjang. Hal ini menandakan Anda termasuk pemilik yang bertanggung jawab karena dapat dipercaya memiliki hewan peliharaan dalam waktu yang lama.

Drh. Vita dari Animal Clinic Jakarta memberikan informasi mengenai bagaimana merawat hewan yang telah memasuki usia senior.

Mengapa Wajib Vaksinasi Pada Anjing dan Kucing

 

Vaksinasi atau imunisasi adalah proses memasukkan virus, bakteri, yang sudah dilemahkan dengan cara diatenuasi (sifat patogen nya dihilangkan dgn cara ini), jadi sifatnya akan merangsang terbentuknya antibodi tanpa menyebabkan sakit pada individu yang divaksinasi.

Vaksin akan merangsang sistem imun tubuh membentuk antibodi. Jadi harapannya ketika ada agen penyakit yang masuk, tubuh sudah punya pertahanan. Lebih baik mencegah kan, daripada mengobati?

PASTIKAN HEWAN SEHAT SAAT VAKSINASI

Apakah hewan yang sudah vaksin akan terbebas dari infeksi?

Tentu tidak, karena infeksi virus, bakteri, dan parasit masih bisa terjadi karena agen penyakit itu secara bebas ada dilingkungan. Tapi, dengan vaksinasi akan meminimalisir kondisi yg parah dibandingkan individu yg belum vaksinasi.

Kapan vaksinasi dilakukan?

Vaksinasi dilakukan setelah usia 2 bulan atau 8 minggu. Karena harapannya pada usia tersebut sudah sedikit antibodi dari induk (maternal antibodi). Untuk hewan tanpa induk artinya tidak mendapatkan kolostrum (air susu pertama dr induk) perlu perhatian ekstra karena tidak ada perlindungan dr induknya.