Mandarin at ACJ for a Check Up

Pemeriksaan Mandarin di ACJ

Advertisements

WHAT TO DO IF THREATENED BY AN AGGRESSIVE DOG

Dog-Pictures

1) Remain calm and still. Don’t run. This is a race you will not win. If you are alone, back away slowly. Do not turn your back.
2) If you are on the ground, curl into a fetal position, cover your head with your arms, and keep your fingers curled in a fist.
3) Avoid eye contact. Remember, staring an aggressive dog in the eyes is a challenge.
4) Do not smile at the dog
5) If you’re threatened by a dog, don’t yell. Respond calmly. In a commanding voice, tell the dog to go away. Try to stay still until the dog leaves, or back away slowly.
6) If he bites you, DO NOT PULL AWAY. This only spurs the dog on. Remain calm. Try to put something between you and the dog like your purse, jacket, bicycle, backpack, etc. Don’t hit the dog. Again, just makes the situation worse

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA BERTEMU DENGAN ANJING YANG AGRESIF

1) Tetap tenang. Jangan lari. Ini adalah pertandingan yang tidak akan Anda menangkan. Jika Anda sendirian, mundurlah perlahan. Jangan berbalik.
2) Jika Anda berada di tanah, meringkuk, tutup kepala Anda dengan lengan Anda, dan jauhkan jari-jari Anda dalam kepalan tangan.
3) Hindari kontak mata. Ingat, menatap anjing yang agresif di mata adalah sebuah tantangan.
4) Jangan tersenyum pada anjing
5) Jika Anda terancam oleh anjing, jangan berteriak. Tanggapi dengan tenang. Dengan suara memerintah, beri tahu anjing untuk pergi. Cobalah untuk tetap diam sampai anjing pergi, atau mundur perlahan.
6) Jika dia menggigitmu, jangan menarik secara paksa. Tetap tenang. Cobalah untuk meletakkan sesuatu di antara Anda dan anjing seperti tas, jaket, sepeda, ransel, dll. Jangan memukul anjing. Sekali lagi, ini hanya membuat situasi menjadi lebih buruk

Adopt Don’t Shop

UPDATE mom and 4 puppies that we rescued from a construction site .

All 4 puppies and mom are doing really good and are healthy !
The puppies are 2 months now and ready to go to a loving and forever home !
today they got their 1st vaccination

Big THANK YOU to their foster family for doing such a great job caring for them 🙏🏻

For more info pls email jaan_adopt@yahoo.com

note : we already got many adoption requests for the puppies and have emailed adoption forms , but we have not received the adoption forms.
pls dont forget to email back the filled out form so we can follow up ! #adoptdontshop #adopt #dog #puppies


UPDATE. Induk anjing dan 4 anaknya yang kami selamatkan di lokasi bangunan.

Semua anak anjing dan induknya dalam kondisi yang sangat baik dan sehat.
Usia anak anjingnya sekitar 2 bulan dan sudah siap untuk diadopsi dan memperoleh rumah yang mencintai mereka.
Hari ini mereka semua telah divaksin yang pertama di Animal Clinic Jakarta.

Ucapan terima kasih untuk keluarga angkat yang telah mau merawat mereka dengan sangat baik.

untuk info lebih lanjut dapat meng-email jaan_adopt@yahoo.com

catatan: kami telah menerima banyak permintaan adopsi untuk anak-anak anjingnya dan telah mengirimkan email formulir adopsinya tapi kami belum menerima kembali formulir adopsi tersebut. jangan lupa untuk meng-email kembali form agar kami dapat memfollow up nya. terimakasih

Interpreting Common Dog Behaviors

This slideshow requires JavaScript.

1. Bad Breath. if you notice a marked change with even a little halitosis, it might be time to take a trip to the veterinarian. There could be something wrong with your dog’s oral health.
2. Biting. Dogs bite out of anxiety, fear, or aggression. If you’re having trouble teaching your dog not to bite, consider working with a professional trainer, or better yet, a veterinary behaviorist.
3. Circling. Dogs who can’t stop walking in circles may have a health issue. Only your vet can determine the cause of your dog’s circling, so get him in for a checkup.
4. Digging. If your dog’s digging starts to bother you, or damage your furniture, consider working with a professional trainer to reduce this stubborn habit.
5. Eating Poop. Eating poop can be an instinctive solution to a nutritional deficiency. Contact your veterinarian especially if your dog is losing weight as well.
6. Head Pressing. Head pressing is a common sign of numerous serious problems, such as toxic poisoning or brain disease. Make an appointment with your dog’s vet right away.
7. Panting. When your dog pants, he’s probably too warm, so he is regulating his body temperature. Help your pal regulate his temperature and make sure he’s well hydrated.
8. Sitting on Your Feet. This is often mistaken for possessive behavior, but is most often a sign of anxiety or nervousness.
9. Scooting. it means there’s something irritating your dog’s anus. Check with your veterinarian to be sure your pal is on an appropriate parasite prevention program.
10. Urinating. Formerly reliable dogs who suddenly begin urinating inside need your attention! This is a sign that something may be very wrong with your furry friend.
11. Yawning. If your dog appears to yawn at an increased rate around a new person, don’t rush the introduction.


Menafsirkan Beberapa Perilaku Anjing

1. Napas bau. jika Anda melihat perubahan yang ditandai dengan sedikit bau yang tidak sedap, mungkin sudah waktunya untuk melakukan pemerikasaan ke dokter hewan. Mungkin ada yang salah dengan kesehatan mulut anjing Anda.
2. Menggigit. Anjing menggigit karena cemas,takut, atau agresi. Jika Anda mengalami kesulitan mengajar anjing Anda untuk tidak menggigit, pertimbangkan untuk bekerja dengan pelatih profesional, atau lebih baik lagi, seorang ahli perilaku hewan.
3. Berputar-putar. Anjing yang tidak bisa berhenti berputar mungkin memiliki masalah kesehatan. Hanya dokter hewan Anda yang bisa menentukan penyebab anjing Anda berputar-putar, jadi bawa dia untuk diperiksa.
4. Menggali. Jika penggalian anjing Anda mulai mengganggu, atau merusak perabotan Anda, pertimbangkan untuk bekerja dengan pelatih profesional untuk mengurangi kebiasaan ini.
5. Makan Kotoran. Makan kotoran dapat menjadi solusi naluriah anjing yang kekurangan nutrisi. Hubungi dokter hewan Anda terutama jika anjing Anda kehilangan berat badan.
6. Menekan kepala. Menekan kepala adalah tanda umum dari banyak masalah serius, seperti keracunan atau penyakit otak. Segera buat janji dengan dokter hewan Anda.
7. Panting. Ketika panting, dia mungkin kepanasan, jadi dia mengatur suhu tubuhnya. Bantu hewan peliharaanmu untuk mengatur suhu tubuhnya dan pastikan dia terhidrasi dengan baik.
8. Duduk di Kaki Anda. Ini sering disalahartikan sebagai perilaku posesif, tetapi paling sering merupakan tanda kecemasan atau kegugupan.
9. Scooting. itu berarti ada sesuatu yang terjadi pada anus anjing Anda. Periksa dengan dokter hewan Anda untuk memastikan anjing Anda berada pada program pencegahan parasit yang tepat.
10. Buang air kecil. Anjing yang tiba-tiba mulai kencing sembarangan membutuhkan perhatian Anda. Ini adalah tanda bahwa ada sesuatu yang salah dengan teman berbulu Anda.
11. Menguap. Jika anjing Anda tampak menguap dengan kecepatan tinggi di sekitar orang baru, jangan terburu-buru memperkenalkannya.

Loreng get checked

This slideshow requires JavaScript.

Drh. Ester is checking Loreng to get the blood test. Loreng has a problem with her skin.
Check your pet regularly to prevent skin problems.

Drh. Ester sedang memeriksa loreng untuk diambil darahnya. Loreng memiliki masalah pada kulitnya.
Periksa hewan anda secara berkala untuk mencegah berbagai penyakit kulit

Five benefits of grooming

Here are five benefits of grooming:
1. Grooming maintains a healthy coat and skin
2. Regular nail trims not only help keep the nails short but helps reinforce healthy foot structure and posture, and reduces the risk of infection
3. Your pet will look and smell great
4. Regular visits may result in early detection of issues with ears, skin, teeth and more
5. Shiny, healthy and properly brushed coats will shed less

Berikut adalah lima manfaat grooming:
1. Grooming mempertahankan bulu dan kulit yang sehat
2. Potong kuku tidak hanya membantu menjaga kuku tetap pendek tapi membantu memperkuat struktur kaki yang sehat dan postur tubuh, dan mengurangi risiko infeksi.
3. Hewan peliharaanmu akan terlihat cantik dan harum
4. Kunjungan rutin dapat mendeteksi dini masalah pada telinga, kulit, gigi dan lainnya
5. Lapisan bulu yang mengkilap, sehat dan disikat dengan benar akan mengurangi kerontokan #grooming #pet #dog #ca

Seminar Geriatrik oleh Drh. Neno Waluyo bersama @royalcaninid

This slideshow requires JavaScript.

Seminar dihadiri oleh Drh. Aulia Jasmine perwakilan dari tim ACJ.

Anjing dan Kucing Senior

1. Kucing
Dewasa: 12 bulan
Mature: 7 tahun
2. Anjing Mini (<10 kg)
Dewasa: 8-10 bulan
Mature: 8 tahun
3. Anjing Medium (11-25 kg)
Dewasa: 12 bulan
Mature: 7 tahun
4. Anjing maxi (25-44 kg)
Dewasa: 15 bulan
Mature: 5 tahun
.
Penuaan (ageing) pada hewan peliharaan merupakan proses biologis kompleks yang berlangsung lambat, tidak terlihat jelas, dan bersifat individual. Hal tersebut berpengaruh kepada homeostasis tubuh serta respon terhadap penyakit dan faktor lingkungan menjadi berkurang drastis. Penuaan bukan penyakit tapi evolusi fisik.

Penyakit yang sering terjadi pada hewan senior:
1. Chronic Kidney Disease
2. Hipertiroid (ketidakseimbangan hormon)
3. Dental disease
4. Osteoartritis (penyakit sendi degeneratif)
5. Hipertensi
6. Diabetes
7. Neoplasia (tumor)

Pemberian pakan yang tepat dapat mengurangi faktor resiko pada hewan senior.

Pic2. (Drh. Neno memberikan materi Kondisi klinis Hewan Senior)
Pic3. (beberapa masalah yaitu perubahan kulit dan perawatan gigi)
Pic.4(contoh hewan yang sudah senior dgn beberapa penyakitnya)
Pic.5-7(beberapa pakan yang cocok untuk hewan senior)

How to Treat 5 Common Skin Diseases in Pets

  • Hot spots. Hot spots typically involve the development of sudden acute localized inflammation of the skin that is often quite painful. Hot spots are typically treated by clipping the hair around the lesions and cleaning the eruption with a drying and/or antiseptic pet shampoo or soap. Oral antibiotics may be needed to treat or prevent secondary bacterial infections
  • Atopic dermatitis (atopy). Atopic dermatitis is an inflammatory skin condition in dogs and cats that results from inhalant/contact allergies. Topical pet shampoo therapies help reduce contact with offending environmental allergens.
  • Dry skin. have many causes—from nutritional imbalances and deficiencies to various allergic skin disorders such as atopy, food allergies, and flea bite allergies. Pet shampoos and conditioners can help treat your pet’s dry skin. Omega 3 fatty acid supplementation will often help when used long term.
  • Hair loss. can have many causes, including dietary factors and imbalances, as well as food allergies, inhalant/contact allergies, and/or flea bite allergies. Regular pet shampoo therapy, as well as nutritional supplements with digestive enzymes and Omega 3 fatty acids may also help when used long term.
  • There are two common types of mange seen in pets today. Demodectic mange and sarcoptic mange (Scabies). Benzoal peroxide shampoo therapy often helps flush the mites from your pet’s hair follicles to allow for easier topical treatment.

Cara Mengobati 5 Penyakit Kulit Umum pada Hewan Peliharaan

  • Hotspot biasanya melibatkan radang kulit mendadak secara akut yang seringkali sangat menyakitkan. Hotspot biasanya diobati dengan menggunting rambut di sekitar luka dan dibersihkan dengan sampo atau sabun pengering dan / atau antiseptik. Antibiotik secara oral mungkin diperlukan untuk mengobati atau mencegah infeksi bakteri sekunder.
  • Dermatitis atopik (atopi). Dermatitis atopik adalah kondisi inflamasi kulit pada anjing dan kucing yang berasal dari alergi. Terapi sampo hewan topikal dapat membantu mengurangi kontak dengan gangguan alergen yang berasal dari lingkungan.
  • Kulit kering. memiliki banyak penyebab mulai dari ketidakseimbangan gizi dan berbagai penyakit alergi kulit seperti atopi, alergi makanan, dan alergi gigitan kutu. shampo dan conditioner khusus dapat membantu merawat kulit kering hewan peliharaan Anda. Suplemen asam lemak omega 3 akan membantu bila digunakan dalam jangka panjang.
  • Rambut rontok. dapat memiliki banyak penyebab, termasuk faktor diet dan ketidakseimbangan, serta alergi makanan, alergi inhalan dan / atau alergi gigitan kutu. Terapi sampo hewan, serta suplemen gizi dengan enzim pencernaan dan asam lemak Omega 3 juga dapat membantu bila digunakan dalam jangka panjang.
  • Kudis. Ada dua jenis kudis umum yang terlihat pada hewan peliharaan hari ini. Demodectic Mange dan Sarcoptic Mange (Scabies). Terapi shampo benzoal peroksida dapat membantu mengobati tungau dari folikel rambut hewan peliharaan Anda untuk memungkinkan perawatan topikal lebih mudah.

Gangguan Jantung, Ginjal dan Persendian

This slideshow requires JavaScript.

Gangguan persendian atau yang biasa disebut Osteo Arthritis, sering sekali terjadi pada Anjing yang sudah berusia senior. Skalanya yaitu 5 banding 1 atau sebesar 20 – 30% yang mengalami penyakit tersebut. OA biasa menyerang bagian pinggul, siku ataupun pundak. Sedangkan untuk kucing sebesar 90% mengalami gangguan persendian setelah berumur 12 tahun keatas dan menyerang bagian pinggul ataupun siku.

Beberapa penyebab timbulnya gangguan persendian:
• Usia
• Trauma berulang
• Ostoechondrosis (tulang tidak tumbuh sempurna)
• Displasia (buruknya kesehatan tulang dan sendi
• Diabetes
• Cushing disease (kadar hormon berlebih)

Penyakit Kardiovaskular pada kucing
• Hipertensi
• Kardiomiopati (kelainan pada otot jantung)
• Biasa dialami pada kucing jantan sekitar 4-7 tahun
• Jenis kucing Mainecoon, Persia dan American Shorthair

Penyakit Kardiovaskular pada anjing
• Dilatasi Kardiomiopati (penurunan kemampuan memompa darah ke jantung)
• Endocardiosis (gangguan katup jantung)
• Biasa dialami pada ras Boxer, Golden, Rottweiler dan Great Dane

Gangguan Ginjal dan nutrisinya
Azotemia: senyawa nitrogen dalam darah yang berlebihan
• Pre renal : terjadi bila ada sirkulasi darah (perfusi) pada pembuluh darah yang memasok ginjal. Dalam situasi ini ginjal tidak dapat menyaring darah toksin secara memadai
• Intra Renal : bukan disebabkan pre renal atau post renal. Terjadi karena terdapat luka pada kedua ginjal
• Post renal : penyumbatan pada saluran kencing yang diakibatkan rusaknya salah satu atau kedua ginjal.

Lakukan perawatan hewan secara berkala sebelum mengalami beberapa gangguan di atas agar usia hewan anda dapat lebih panjang.

9 COMMON CAUSES OF SKIN PROBLEMS IN DOGS

dogs

  1. Fleas. Dogs are sensitive to fleas and can develop allergies causing serious skin disease. Flea allergies can be quite severe, even if fleas are not seen on your dog.
  2. Mange. Mange is a skin disease caused by several different species of mites. Mite infections tend to be non-seasonal – they can occur all year round.
  3. Ringworm. Despite the name, ringworm is not caused by a worm but is a fungal infection. It’s also highly contagious and can spread to other animals and humans.
  4. Flood Allergies. Dogs can become allergic to the food they eat. Food allergies in dogs are typically to protein, with the most common offenders being beef, dairy, chicken and egg.
  5. Environmental Allergies. Environmental allergies are typically seasonal and occur in young dogs less than three years of age.
  6. Bacterial Skin Infections. Bacterial skin infections are often a complication when dogs are suffering from another allergy caused by fleas, their environment or food.
  7. Yeast Infections. Yeast is commonly found on the skin of dogs, particularly in the ear canal, between the toes and around the anus.
  8. Dandruff. Dogs like people can get dandruff. Dandruff in dogs is usually caused by dry skin or skin irritation.
  9. Autoimmune Disorders. Sometimes skin conditions that won’t heal are caused by underlying immune disorders where your dog’s immune system attacks cells in its own body.

9 PENYEBAB PENYEBAB MASALAH KULIT PADA ANJING

  1. Kutu. Anjing sensitif terhadap kutu dan bisa mengembangkan alergi yang menyebabkan penyakit kulit serius. Alergi kutu bisa sangat parah, meski kutu tidak terlihat pada anjing Anda.
  2. kudis. Kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh beberapa spesies tungau yang berbeda. Infeksi tungau cenderung tidak musiman – bisa terjadi sepanjang tahun.
  3. Ringworm. Meski namanya ringworm bukan berarti disebabkan oleh cacing namun merupakan infeksi jamur. Ini juga sangat menular dan bisa menyebar ke hewan dan manusia lainnya.
  4. Alergi makanan. Anjing bisa menjadi alergi terhadap makanan yang mereka makan. Alergi makanan pada anjing biasanya mengandung protein, dengan pelecehan yang paling umum adalah daging sapi, susu, ayam dan telur.
  5. Alergi Lingkungan. Alergi lingkungan biasanya musiman dan terjadi pada anjing muda yang berusia kurang dari tiga tahun.
  6. Infeksi Kulit Bakteri. Infeksi kulit bakteri sering menjadi komplikasi saat anjing menderita alergi lain yang disebabkan oleh kutu, lingkungan atau makanannya.
  7. Infeksi ragi. Ragi biasanya ditemukan pada kulit anjing, terutama di saluran telinga, antara jari-jari kaki dan sekitar anus.
  8. Ketombe. Anjing seperti orang bisa ketombe. Ketombe pada anjing biasanya disebabkan oleh kulit kering atau iritasi kulit.
  9. Gangguan autoimun. Terkadang kondisi kulit yang tidak akan sembuh disebabkan oleh gangguan kekebalan tubuh yang mendasari sistem kekebalan anjing dengan menyerang sel-sel di tubuhnya sendiri.

PROMO Grooming

This slideshow requires JavaScript.

Last Friday Shaquille (Bulldog) and Mel (Australian Shepherd) got a free wash at Animal Clinic Jakarta ( ACJ ) .
At ACJ if you have your pet regularly groomed / washed we have an awesome program running :
8 x grooming ( any type and any type of treatment ) = 1 free regular wash !

Jumat yang lalu, Shaquille dan Mel mendapatkan mandi secara gratis di Animal Clinic Jakarta (ACJ). Jika anda memiliki hewan yang diGrooming secara rutin di ACJ, kami sedang mengadakan program yang menarik, yaitu: 8 x grooming (semua jenis grooming) akan medapatkan 1x grooming reguler secara gratis.
#animalclinic #veterinarian #grooming #wash#free #promo

Seminar Nasional

This slideshow requires JavaScript.

Pada tgl 24 – 25 Februari 2018 lalu, dokter hewan JAAN menghadiri “Seminar Nasional Illegal Wildlife Trade dan Workshop Wildlife Forensic for Veterinarian” di Universitas Udayana.

Seminar ini membahas mengenai topik jalur perdagangan satwa liar serta peran LSM (lembaga swadaya masyarakat), ekologi satwa liar dan workshop simulasi vet forensik.

Secara keseluruhan, seminar ini bertujuan memberikan awareness kepada masyarakat umum, mahasiswa kedokteran hewan dan dokter hewan mengenai dampak besar lingkungan akibat perdagangan ilegal satwa liar. @jakartaanimalaidnetwork

On 24th – 25th February, 2018, JAAN veterinarian attended the “Seminar Nasional Illegal Wildlife Trade dan Workshop Wildlife Forensic for Veterinarian  “at Udayana University.

The seminar discusses the topics of wildlife trade trails as well as the role of NGOs (non-governmental organizations), wildlife ecology and vet forensic simulation workshops.

Overall, the seminar aims to provide awareness to the general public, veterinary students and veterinarians about the enormous environmental impacts of illegal wildlife trade

Pentingnya Sterilisasi Pada Hewan

 

This slideshow requires JavaScript.

Sterilisasi berarti tindakan operasi yang dilakukan dengan cara mengangkat indung telur dan rahim (betina) atau mengangkat testis (jantan) yang bertujuan untuk menghentikan proses kehamilan (betina) atau birahi.

Adapun beberapa keuntungan melakukan sterilisasi pada hewan betina atau yang lazim disebut ovary hysterectomy (OH)adalah sebagai berikut:

  • Mengeliminasi resiko kanker rahim dan ovary.
  • Mengeliminasi kehamilan yang tidak diinginkan.
  • Jika sterilisasi dilakukan sebelum masa birahi yang pertama (< 6 bulan), kesempatan hewan anda mengalami kanker payudara <1%.
  • Jika sterilisasi dilakukan setelah masa birahi pertama (> 6 bulan), kesempatan hewan anda mengalami kanker payudara hanya 8%.
  • Jika sterilisasi dilakukan setelah masa birahi kedua (>1 tahun), kesempatan hewan anda mengalami kanker payudara sebesar 26%. Apabila setelah 2 tahun tidak disterilisasi maka tidak ada jaminan atau proteksi untuk hewan anda akan aman dari bahaya kanker payudara.
  • Hewan yang dengan penyakit diabetes atau epilepsi harus di steril untuk mencegah perubahan hormonal.
  • Mengeliminasi penyakit Pyometra (nanah dalam rahim).

Adapun beberapa keuntungan melakukan sterilisasi pada hewan jantan (Kastrasi) adalah sebagai berikut:

  • Mengeliminasi resiko kanker testis (tumor yang sering menyerang hewan jantan).
  • Mengurangi resiko radang kelenjar prostat dan kanker prostat.
  • Mengurangi resiko tumor perianal.
  • Mengurangi sifat suka berkeliaran dan bertengkar dengan hewan lain.
  • Mengeliminasi resiko dan penyebaran penyakit kelamin yang menular.
  • Menghilangkan kotoran yang tidak diinginkan.

Itulah beberapa keuntungan dari melakukan sterilisasi pada hewan jantan maupun betina (khususnya anjing dan kucing). Tidak ada salahnya melakukan sterilisasi sedini mungkin demi kesehatan hewan kesayangan anda. Sterilisasi tidak akan menyebabkan semangat anjing anda berkurang ataupun merubah sifat anjing anda kearah negatif.

Drh. Eno memberikan beberapa informasi mengenai sterilisasi

Operasi Kastrasi

Drh. Vita in Surgery, castrating Google.
.
Google had a condition called Monorchid which means that his one testicle is not in the scrotum…., it can be in the inguinal canal or intra-abdominal.
Not removing the testicles can lead to many health issues in the future such as tumors, enlarged prostate which will cause difficulties urinating and it can eventually also lead to prostate cancer.
.
Get well soon Google!
.
.
Drh. Vita sedang melakukan operasi, kastrasi Google.
.
Google mengalami suatu kondisi yang dinamakan Monorchid yang berarti bahwa satu testisnya tidak di area scortum, mungkin ada di inguinal canal atau intra-abdominal. Bila testis tidak diangkat, dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan di kemudian hari, seperti tumor, pembesaran kelenjar prostat sehingga mengalami kesulitan buang air kecil dan bahkan dapat menyebabkan kanker prostat.
.
Semoga cepat sembuh ya Google!

Tips Merawat Hewan yang Sudah Senior ( Berusia Lanjut )

Tips Merawat Hewan yang Berusia Senior/Tua

Hewan senior/berumur merupakan hewan dengan usia lebih dari 7 tahun. Usia 7 tahun sama dengan usia manusia 50 tahunan sehingga pada usia ini akan lebih banyak masalah yang muncul terutama masalah kesehatan. Berikut Tips Merawat Hewan Senior

1. Rutin cek ke dokter hewan
Pada usia tua perlu dilakukan pengecekan yang lebih intens dan konsultasi dengan dokter hewan karena pada usia ini kecenderungan penyakit kronis akan muncul. Oleh karena banyaknya penyakit yang dapat menyerang, Anda disarankan untuk rutin memeriksakan hewan Anda ke dokter untuk pencegahan atau penemuan dini penyakit-penyakit tersebut. Pemeriksaan dilakukan minimal 3 bulan sekali.

2. Perhatikan pola makan
Hewan senior yang obesitas akan semakin mengalami peningkatan berat badan jika pola makan dan jenis pakan tidak dirubah. Pakan untuk obesitas sebaiknya pakan yang rendah lemak dan rendah kalori. Hewan obesitas pun perlu diiringi dengan latihan ekstra. Hewan senior yang kurus perlu dirangsang untuk makan dengan memberikan makanan yang sedikit tapi lebih sering. Pola makan pun perlu diperhatikan untuk hewan senior dengan kondisi khusus.

3. Memberikan minum lebih banyak
Akan sangat berbahaya jika hewan senior tidak mendapatkan minum yang cukup karena akan berakibat dehidrasi. Fungsi organ hewan senior tidak sebaik hewan yang masih muda. Mengatasi hal ini maka hewan senior sebaiknya diberi pakan yang basah sehingga kebutuhan air terpenuhi.

4. Memberikan pakan yang beraroma menyengat
Fungsi penciuman dan perasa (smell and taste) pada hewan senior akan mengaami penurunan. Oleh karena itu terkadang hewan mengalami penurunan nafsu makan. Sehingga perlu diberikan makanan dengan aroma menyengat yang menyebabkan meningkatnya nafsu makan.

5. Menjaga kebersihan bulu dan mulut
Hewan yang telah senior biasanya memiliki masalah pada bagian bulunya yaitu berupa kerontokan bulu. Untuk mengatasinya gunakan shampo khusus untuk bulu rontok. Bulu perlu disisir setiap hari untuk menstimulasi peredaran darah sehingga tetap sehat. Jangan lupa menjadwalkan pembersihan mulut tahunan di dokter hewan guna memastikan kondisi gigi dan gusi hewan peliharaan Anda sehat. Jangan anggap sepele karena menumpuknya plak akan mencetus radang gusi yang berpotensi membuat bakteri mencapai aliran darah, bahkan menyebabkan kerusakan besar di organ internal.

6. Menghindari Stress
Jangan biarkan kondisi stress memperburuk kesehatan. Stress dapat membuat hewan anda enggan untuk makan, beraktivitas, serta menurunkan sistem imun sehingga kesehatan menurun. Oleh karena itu hewan senior perlu perhatian ekstra dari pemilik dengan mengajak bermain dan berinteraksi sehingga tidak mengalami stress.

Memiliki hewan senior memang membutuhkan perhatian ekstra, namun sangat membanggakan dan membahagiakan sebagai pemilik dapat memiliki hewan kesayangan hingga berumur panjang. Hal ini menandakan Anda termasuk pemilik yang bertanggung jawab karena dapat dipercaya memiliki hewan peliharaan dalam waktu yang lama.

Drh. Vita dari Animal Clinic Jakarta memberikan informasi mengenai bagaimana merawat hewan yang telah memasuki usia senior.

Mengapa Wajib Vaksinasi Pada Anjing dan Kucing

 

Vaksinasi atau imunisasi adalah proses memasukkan virus, bakteri, yang sudah dilemahkan dengan cara diatenuasi (sifat patogen nya dihilangkan dgn cara ini), jadi sifatnya akan merangsang terbentuknya antibodi tanpa menyebabkan sakit pada individu yang divaksinasi.

Vaksin akan merangsang sistem imun tubuh membentuk antibodi. Jadi harapannya ketika ada agen penyakit yang masuk, tubuh sudah punya pertahanan. Lebih baik mencegah kan, daripada mengobati?

PASTIKAN HEWAN SEHAT SAAT VAKSINASI

Apakah hewan yang sudah vaksin akan terbebas dari infeksi?

Tentu tidak, karena infeksi virus, bakteri, dan parasit masih bisa terjadi karena agen penyakit itu secara bebas ada dilingkungan. Tapi, dengan vaksinasi akan meminimalisir kondisi yg parah dibandingkan individu yg belum vaksinasi.

Kapan vaksinasi dilakukan?

Vaksinasi dilakukan setelah usia 2 bulan atau 8 minggu. Karena harapannya pada usia tersebut sudah sedikit antibodi dari induk (maternal antibodi). Untuk hewan tanpa induk artinya tidak mendapatkan kolostrum (air susu pertama dr induk) perlu perhatian ekstra karena tidak ada perlindungan dr induknya.

SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI ANIMAL CLINIC JAKARTA!!!

KAMI MELAYANI ANDA DAN HEWAN KESAYANGAN ANDA DENGAN JAM PRAKTEK SEPERTI DI BAWAH INI.

JAM OPERASIONAL ACJ :

  • SENIN, RABU, SABTU                              : 09.30 – 17.00 WIB

  • SELASA, KAMIS, JUMAT                         : 09.30 – 20.00 WIB

  • MINGGU/HARI LIBUR NASIONAL       : TUTUP


WELCOME IN ANIMAL CLINIC JAKARTA!!!

WE ARE HAPPY TO SERVE YOU BACK AND YOUR PET WITH OUR HEART.

OPERATIONAL HOUR:

  • MONDAY, WEDNESDAY, SATURDAY:  9:30am – 5:00pm

  • TUESDAY, THURSDAY, FRIDAY          :  9:30am – 8:00pm

  • SUNDAY/PUBLIC HOLIDAY                 :  CLOSED

 

THE MANAGEMENT

5 essential commands you can teach your dog

This slideshow requires JavaScript.

1. Sit
• Hold a treat close to your dog’s nose.
• Move your hand up, allowing his head to follow the treat and causing his bottom to lower.
• Once he’s in sitting position, say “Sit,” give him the treat, and share affection.
2. Come
• Put a leash and collar on your dog.
• Go down to his level and say, “Come,” while gently pulling on the leash.
• When he gets to you, reward him with affection and a treat.
3. Down
• Find a particularly good smelling treat, and hold it in your closed fist.
• Hold your hand up to your dog’s snout. When he sniffs it, move your hand to the floor, so he follows.
• Then slide your hand along the ground in front of him to encourage his body to follow his head.
• Once he’s in the down position, say “Down,” give him the treat, and share affection.
4. Stay
• First, ask your dog to “Sit.”
• Then open the palm of your hand in front of you, and say “Stay.”
• Take a few steps back. Reward him with a treat and affection if he stays.
• Gradually increase the number of steps you take before giving the treat.
• Always reward your pup for staying put — even if it’s just for a few seconds.
5. Leave it
• Place a treat in both hands.
• Show him one enclosed fist with the treat inside, and say, “Leave it.”
• Let him lick, sniff, mouth, paw, and bark to try to get it — and ignore the behaviors.
• Once he stops trying, give him the treat from the other hand.
• Repeat until your dog moves away from that first fist when you say, “Leave it.”
• Next, only give your dog the treat when he moves away from that first fist and also looks up at you.


5 perintah penting yang bisa Anda ajarkan kepada anjing Anda
1. Sit
• Pegang makanan dekat dengan hidung anjing Anda.
• Gerakkan tangan Anda ke atas, biarkan kepalanya mengikuti bau makanan
• Begitu dia dalam posisi duduk, katakan “Sit,” beri dia hadiah, dan berbagi kasih sayang.
2. Come
• Letakkan tali dan collar pada anjing Anda.
• Turun ke levelnya dan katakan, “come” sambil dengan lembut menarik talinya.
• Ketika dia sampai kepada Anda, beri dia penghargaan dengan kasih sayang dan makanan.
3. Down
• Letakkan makanan yang memiliki aroma yang kuat di genggaman tangan.
• Pegang tangan Anda ke hidung anjing Anda. Ketika dia mengendusnya, gerakkan tangan Anda ke lantai agar dia mengikuti.
• Kemudian geser tangan Anda di tanah di depannya untuk mendorong tubuhnya mengikuti kepalanya.
• Begitu dia berada di posisi bawah, katakan “Down,” berikan dia hadiah
4. Stay
• Pertama, minta anjing Anda untuk “Sit.”
• Kemudian buka telapak tangan Anda di depan Anda, dan ucapkan “Stay.”
• Ambil beberapa langkah mundur. Beri dia imbalan dengan makanan
• Secara bertahap tingkatkan jumlah langkah yang Anda ambil sebelum memberikan imbalan.
• Selalu berikan hadiah kepada anjing Anda untuk tetap tinggal – bahkan jika itu hanya untuk beberapa detik.
5. Leave it
• Tempatkan makanan di kedua tangan.
• Tunjukkan padanya satu kepalan tertutup dengan camilan di dalamnya, dan katakan, “Leave it.”
• Biarkan dia menjilat, mengendus, mencakar, dan menggonggong untuk mencoba mendapatkannya – dan mengabaikan perilaku.
• Begitu dia berhenti mencoba, berikan dia hadiah dari tangan yang lain.
• Ulangi hingga anjing Anda menjauh dari kepalan ketika Anda berkata, “Leave it.”
• Selanjutnya, berikan anjing Anda makanan hanya ketika ia menjauh dari kepalan tangan dan juga menatap Anda.